Produk kami

Berhubungan dengan rekan bisnis

Mitra bisnis memiliki peran penting untuk kesuksesan kita. Mereka dipilih secara hati-hati berdasarkan kriteria yang termasuk di dalamnya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan, integritas bisnis, kesehatan dan keselamatan, hak asasi manusia, standar buruh, dan manajemen lingkungan.

Apa artinya ini bagi JTI?

Mitra bisnis kita mencakup konsumen, pemasok, petani, penjual daun, distributor dan pihak-pihak lainnya yang bersama mereka kita memiliki kerja sama komersil.

Perilaku tidak etis yang dilakukan oleh rekan bisnis dapat berdampak pada reputasi kita. Kami berupaya untuk bekerja sama dengan rekan yang dapat berkomitmen terhadap standar etis kami yang tinggi.

Seluruh pemasok diharuskan untuk memenuhi ‘JTI Supplier Standards’ dan kami akan melakukan sertifikasi pemasok utama berdasarkan standar tersebut.

Program JTI Agricultural Labor Practices (‘ALP’) berfokus pada memperbaiki praktik perburuhan yang terjadi diantara petani dan pedagang daun, meliputi topik-topik seperti hak pekerja, kesehatan, keamanan dan buruh anak.

JTI melakukan uji tuntas untuk memastikan bahwa rekan bisnis kami yang membeli dan menangani produk rokok kami, menjaga reputasi untuk kejujuran dan integritas.

Apa artinya ini bagi kami sebagai karyawan?

Saya mendukung upaya JTI untuk menjaga standar yang tinggi di seluruh rantai pasokan kami, dengan menjaga hubungan yang erat dengan rekan bisnis, yang dibangun berdasarkan ekspektasi yang jelas, dan rasa saling menghormati.

Apa artinya ini bagi rekan bisnis kita?

Kami mengandalkan mitra bisnis untuk juga menghormati hukum, menerapkan bisnis etik dan menegakan standar kita yang tinggi.

Seluruh petani dan pedagang daun yang menyuplai tembakau ke JTI dihimbau untuk menerapkan Agricultural Labor Practices (‘ALP’) atau Praktik Buruh Agrikultur, dan JTI dapat memberikan dukungan dalam hal implementasi program ALP.

Implementasi 'Agricultural Labor Practices'

Pada musim tanam, salah satu pakar agrikultur kita mengunjungi para penanam secara regular. Dalam salah satu kunjungan, ia memperhatikan bahwa sang penanam menerapkan “crop protection agents” (atau disebut CPA) tanpa menggunakan alat perlindungan yang disediakan JTI. Sang pakar menjelaskan mengenai adanya risiko kesehatan dan keamanan terkait dengan penanganan CPA dan bagaimana alat tersebut dapat membantu melindungi dirinya. Dia pun mengundang sang penanam. untuk mengikuti sesi pelatihan mengenai manajemen CPA di daerah tersebut, dengan dukungan dari JTI. Dalam penerapan aplikasi CPA di periode berikutnya, sang pakar merasa senang melihat bahwa penanam telah menggunakan alat pelindung.

Ketahui Lebih Lanjut