Karyawan kami

Memperlakukan orang lain secara setara dan penuh hormat

JTI merangkul keberagaman dan menerapkan budaya keterbukaan, dimana setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri dalam bekerja, tanpa adanya kekhawatiran akan diskriminasi dan ancaman.

Apa artinya ini bagi JTI?

Perilaku tidak hormat, dikriminasi dan ancaman sangat bertentangan dengan nilai-nilai JTI, dan kami mengemban tugas bagi diri kami sendiri maupun kepada yang lainnya untuk bertindak jika ada sesuatu yang tidak benar.

JTI tidak mendiskriminasikan atau menoleransi adanya diskriminasi terhadap gender, usia, ras, agama, disabilitas, orientasi seksual, status pernikahan, latar belakang etnis, asal negara, atau karakteristik apapun yang dilindungi oleh hukum.

JTI tidak menoleransi ancaman verbal maupun tertulis, ataupun intimidasi.

Apa artinya ini bagi saya sebagai karyawan?

Saya menghargai dan menghormati budaya, pendapat, gaya hidup yang berbeda dari diri saya. Saya mempertimbangkan bagaimana perilaku saya dapat memengaruhi orang lain. Saya menghindari komunikasi yang sifatnya ofensif, agresif atau mengintimidasi. Saya tidak melakukan tindakan yang memberi kesan pada pelecehan seksual ataupun melakukan gerak-gerik fisik yang mengganggu bagi orang lain.

Kalau saya adalah seorang perokok, saya menghormati hak-hak dari non-perokok untuk bekerja di lingkungan bebas asap rokok.

Kalau ada seseorang yang menunjukan perilaku tidak hormat atau segala bentuk diskriminasi atau ancaman kepada saya, saya didukung untuk melaporkannya kepada manajer lini saya, HR, atau tim Compliance.

Sebagai manajer, saya merangkul perbedaan dan memperlakukan kolega secara setara dan penuh hormat. Saya membuat keputusan yang adil dan tidak bias. Saya tidak menoleransi segala bentuk diskriminasi atau ancaman, dan akan segera bertindak bila ada kekhawatiran yang disampaikan kepada saya.

Apa artinya ini bagi mitra bisnis?

Mitra bisnis JTI diharapkan untuk menyediakan sebuah kondisi bekerja yang memperlakukan pekerja dengan hormat dan adil, serta memastikan bahwa tidak ada pekerja yang menjadi sasaran untuk diskriminasi dan intimidasi.

Berikut adalah beberapa contoh dari perilaku tidak sensitif dan ofensif:

  • Candaan yang tidak pantas dan ofensif, mengomentari secara seksual atau maupun wanita
  • Menyampaikan opini rasis
  • Mempermalukan seorang karyawan atau sekelompok karyawan, misalnya dengan mengungkapkan kesalahan mereka di hadapan orang lain
  • Memarjinalkan individu atau kelompok, misalnya dengan tidak mengikutsertakan mereka dalam aktivitas dan diskusi secara tidak wajar

Ketahui Lebih Lanjut